| Home | Sitemap | Contact Us
banner
Pemantapan Profesi Caving Angkatan XV di Goa Pledangan dan Ngobaran
Saturday, 14 August 2010 04:51

Pada bulan mei yang lalu tepatnya pada tanggal 1 s.d. 3 mei 2010 Anggota Muda Mayapala mengadakan kegiatan Pemantapan Profesi Caving Angkatan XV MAYAPALA di Goa Pledangan dan Ngobaran. Pemantapan Profesi merupakan pemantapan dimana semua ilmu dan kemampuan yang didapatkan pada saat PENPROF (Pendalaman Profesi) dan latihan pra pemantapan profesi  dipraktekan di tempat pemantapan profesi yang tentunya dipilih sesuai profesi yang diminati, dalam Pemantapan Profesi ini seorang anggota muda bebas memilih bidang yang diminati diantaranya profesi Caving, Gunung Hutan, Arung Jeram, dan Panjat Tebing.

Pemantapan Profesi juga berfungsi melatih kekompakan dan perencanaan, baik itu tempat, perjalanan maupun keuangan. Semua itu diatur oleh anggota muda dan anggota tetap hanya sebagai pendamping dan hanya membantu saat evaluasi hasil kerja di lapangan.

 
Seven Summitnya Indonesia
Thursday, 22 July 2010 09:27

seven summits indonesiaSeven summit yang sering terdengar oleh telingga kita adalah tujuh puncak tertinggi di tujuh benua dunia. Sebelum bisa sampai kepuncak tujuh puncak tertinggi di tujuh benua di dunia sebaiknya kita capai dahulu tujuh puncak tertinggi di indonesia, ya seven summitnya Indonesia.

Konsep ini di kemukakan oleh hendrian di blognya yaitu hendriagustin.multiply.com. Jika dunia memiliki Seven summits yaitu tujuh puncak gunung tertinggi di tujuh benua, maka Indonesia yang memiliki banyak sekali gunung dan pegunungan juga memiliki tujuh puncak tertinggi di setiap pulau/kepulauannya. Dengan dilatari hal tersebut maka saya ingin mengenalkan konsep “The Seven Summits of Indonesia”. Diharapkan dengan ada nya konsep tujuh puncak Indonesia ini, bisa lebih menggairahkan kegiatan pendakian gunung dan dengan sendirinya juga akan meningkatkan minat wisata alam bebas di Indonesia.

Konsep ini mengacu atau didasarkan pada puncak gunung/pegunungan yang tertinggi di tujuh pulau/kepulauan utama di Indonesia, pembagian menjadi tujuh pulau/kepulauan utama itu adalah sebagai berikut:

 
Ayo selamatkan BUMI

Lagkah-langkah menyelamatkan bumi kita tercinta demi keberlangsungan kehidupan.

Peduli Transportasi

  1. Hindari bepergian dengan pesawat terbang apabila jarak tempuh kurang dari 500 km.
  2. Tinggalkan mobil di rumah apabila melakukan perjalanan yang tidak jauh.
  3. Gunakan sepeda untuk perjalanan pendek, selain hemat energi, itu akan membuat Anda bugar!
  4. Gunakan kendaraan umum untuk perjalanan yang jauh. Transport umum merupakan cara terbaik untuk mengurangi emisi karbondioksida dari kendaraan.
  5. Lebih suka pakai mobil? Ajak rekan-rekan sejurusan untuk pergi bersama-sama.
  6. Bila Anda hendak membeli mobil, pertimbangkan untuk membeli kendaraan hemat bahan bakar dan ramah lingkungan. Selain menghemat uang, Anda turut berpartisipasi menyelamatkan Bumi dari CO2.
  7. Gunakan bahan bakar bebas timbal.
  8. Usulkan kepada Pemda untuk menyediakan kendaraan umum yang cepat, nyaman, dan ekonomis.
  9. Apabila harus menggunakan mobil, perhatikan hal-hal berikut:
 
SISTEM PEMANJATAN ROCK CLIMBING

Sistem pemanjatan dibagi menjadi dua :

1.    Himalayan system

Pemanjatan system Himalayan ini adalah pemanjatan yang dilakukan dengan cara terhubungnya antara titik start (ground) dengan pitch / terminal terakhir pemanjatan, hubungan antara titik start dengan pitch adalah menggunakan tali transport, dimana tali tersebut adalah berfungsi supaya hubungan antara team pemanjat dengan team yang dibawah dapat terus berlangsung tali transport ini berfungsi juga sebagai lintasan pergantian team pemanjat juga sebagai jalur suplai peralatan ataupun yang lainnya.

2.    Alpen system

Lain halnya dengan system diatas, jadi antara titik start dengan pitch terakhir sama sekali tidak terhubung dengan tali transpot, sehingga jalur pemanjatan adalah sebagai jalur perjalanan yang tidak akan dilewati kembali oleh team yang dibawah. Maka pemanjatan dengan system ini benar-benar harus matang perencanaanya karena semua kebutuhan yang mendukung dalam pemanjatan tersubut harus dibawa pada saat itu juga.

 
SEJARAH PANJAT TEBING

Aktivitas panjat tebing sudah dikenal masyarakat sejak lama bahkan masyarakat tradisional, mereka melakukan pemanjatan guna mencari sumber kehidupan ataupun perlindungan, khususnya didaerah pantai dan kawasan karst untuk mencari sarang  burung atau sumber mata air. Tetapi mereka tidak memakai system dan prosedur yang baku seperti dalam olahraga panjat tebing sehingga faktor keamanan dan tingkat resiko yang dihadapi sangatlah tinggi.
Panjat tebing pertama kali dikenal di kawasan benua Eropa tepatnya di kawasan pegunungan Alpen sebelum perang Dunia I. Pada awal tahun 1910 dinegara Austria mulai diperkenalkan penggunaan peralatan-peralatan yang digunakan untuk menunjang dalam kegiatan panjat tebing seperti carabiner (cincin kait) dan piton (paku tebing) yang pada saat itu masih terbuat dari besi baja. Dan berawal dari situlah para pendaki dari Austria dan Jerman mulai mengembangkan peralatan dan teknik olah raga ini. Seiring waktu yang terus berjalan peralatan olah raga ini banyak mengalami inovasi, terutama pada bahan pembuatannya, uji kekuatan gaya tariknya, kepraktisan penggunaan alat serta prosedur keamanan alat yang telah distandartkan.

 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Page 1 of 2

Whos online

We have 2 guests online

Buku Tamu

You are here  : Home Article

Latest Comment