| Home | Sitemap | Contact Us
banner
MAYAPALA (Mahasiswa Amikom Yogyakarta Pecinta Alam)
RAFTING REUNION
Thursday, 06 October 2011 12:34

Sejenak menghilangkan penatnya aktifitas yang menumpuk, demikianlah yang dirasakan Mayapala Family. Pada kamis (03/02/11) Mayapala Family mengadakan fun rafting khusus anggota, kegiatan yang diprekasai oleh Isratul Hairulina ini cukup mendapat atensi yang besar dari para senior MAYAPALA dan anggota aktif. Dalam waktu dua hari telah terkumpul lebih dari 30 orang yang berminat untuk mengikuti kegiatan ini. Alhasil dengan menyewa 4 buah perahu dengan 1 trip pengarungan, sukselah kegiatan ini.

Kesenangan yang dirasakan pada kegiatan ini telah menghilangkan sejenak beban yang melilit masing-masing anggota. seakan lupa pada waktu semua orang sangat menikmati kegiatan yang menyenangkan ini.

Semoga lain waktu kita dapat bertemu lagi dengan lebih banyak kegiatan yang menyenangkan. Lestari MAYAPALA

 
FUN CAVING
Thursday, 06 October 2011 11:52

Tanggal 26-27 Juni 2011 bersama rekan-rekan dari Mayapala  melakukan explorasi gua di daerah wonosari. Nama gua tersebut adalah Luweng Jomblang, Luweng Grubug, dan Kali suci. Bagi penggiat olahraga seperti caving mungkin tidak asing dengan nama gua tersebut karena gua-gua tersebut termasuk gua yang sering di gunakan untuk explorasi dan sudah banyak dikunjungi para caver (sebutan penggiat caving) maupun wisatawan (saat ini jalur di luweng jomblang khususnya memang sudah didesign untuk wisata dan bisa dimasuki oleh siapa saja walaupun bukan penggiat caving tetapi tetap dengan pemandu dari ahlinya).

Luweng Grubuk

Gua-gua tersebut terletak di kecamatan semanu gunung kidul. kira-kira 50 kilometer dari kota yogyakarta. Gua ini tersebut merupakan perpaduan dari gua vertikal dan gua horisontal. Gua luweng grubug dan jomblang sebenarnya saling berkaitan karena pada dasarnnya dalaman gua tersebut menyatu sehingga dari manapun turunnya kita masih bisa melihat isi dari gua-gua tersebut.

Review dari internet:

" * Jarak antara kedua mulut goa ini hanya sekitar 300 meter saja dengan kondisi terhubung pada bagian dalamnya (goa horisontal). Pada bagian bawah goa.mengalir sungai bawah tanah yang merupakan terusan dari sungai yang di jadikan objek Wisata Karst Kalisuci. Goa Jomblang memiliki karakteristik luas pada bagian mulut goanya yaitu dengan diameter sekitar 50 meter dengan sisi vertikal bervariasi antara 60- 80 meter. Pemandangan dari atas goa terlihat cukup menarik karena di sana terlihat seperti hutan bawah tanah karena memang bagian bawah Goa Jomblang ini cukup luas dan mendapat sinar matahari yang cukup sehingga banyak di tumbuhi pepohonan layaknya hutan yang lebat. Dari atas terlihat bebatuan karst yang menarik. Berbeda dengan Goa Jomblang yang memiliki mulut goa lebar, Goa Grubug memiliki mulut goa berbentuk lingkaran yang hanya berdiameter sekitar lima meter dengan berbagai tumbuhan yang mengelilinginya. Konon bagian goa vertikal ini memiliki kedalaman 80 meter-100 meter. Suasana Goa Grubug ini menjadi agak serem karena menurut cerita goa ini di jadikan sebagai lokasi eksekusi para korban keganasan G 30 S/PKI pada pahun 60an, di tambah lagi dengan suara gemuruh air yang mengalir di bagian bawah goa ini. Konon para korban G 30 S/PKI di suruh berdiri di tepi mulut goa ini untuk kemudian di eksekusi dengan cara di tembak. " * http://ceritapetualangan.blogspot.com/2009/02/goa-jomblang-dan-grubug.html

 

Cerita ku : http://blog.mastri.info/2011/06/luweng-jomblang-grubug-dan-kali-suci.html

 
Pendalaman Profasi Dayung XVII
Saturday, 14 May 2011 03:22

Pendalaman Dayung Mayapala

Arung jeram merupakan salah satu aktivitas dari dayung arus deras. Arung jeram sebagai kegiatan kelompok, sangat memerlukan kekompakan dan kerja sama team secara keseluruhan yang mempunyai pengertian yang mendalam antar awak sebagai factor utama dalam menunjang berbagai kegiatan di sungai. Arung jeram adalah kegiatan yang beresiko tinggi, namun setiap orang sebenarnya mampu melakukanya asalkan dalam kondisi yang baik, baik dalam artian fisik dan mental.

Arung jeram adalah salah satu dari 4 divisi di Mayapala, pendalaman profesi arung jeram yang ditujukan kepada anggota muda kemarin 17 April 2011, adalah sarana pengenalan 4 difisi di Mayapala dan kegiatan yang wajib diikuti untuk salah satu syarat menjadi anggota tetap di Mayapala. Sebelum diadakan kegiatan arung jeram, seluruh anggota muda telah diberikan bekal berupa materi ruang tentang arung jeram yang telah diberikan oleh para pemateri. Ilmu yang paling ditekankan adalah dari segi teknik dayungan, morfologi sungai, self rescue dan river rescue.

 
Pemantapan Profesi Caving Angkatan XV di Goa Pledangan dan Ngobaran
Saturday, 14 August 2010 04:51

Pada bulan mei yang lalu tepatnya pada tanggal 1 s.d. 3 mei 2010 Anggota Muda Mayapala mengadakan kegiatan Pemantapan Profesi Caving Angkatan XV MAYAPALA di Goa Pledangan dan Ngobaran. Pemantapan Profesi merupakan pemantapan dimana semua ilmu dan kemampuan yang didapatkan pada saat PENPROF (Pendalaman Profesi) dan latihan pra pemantapan profesi  dipraktekan di tempat pemantapan profesi yang tentunya dipilih sesuai profesi yang diminati, dalam Pemantapan Profesi ini seorang anggota muda bebas memilih bidang yang diminati diantaranya profesi Caving, Gunung Hutan, Arung Jeram, dan Panjat Tebing.

Pemantapan Profesi juga berfungsi melatih kekompakan dan perencanaan, baik itu tempat, perjalanan maupun keuangan. Semua itu diatur oleh anggota muda dan anggota tetap hanya sebagai pendamping dan hanya membantu saat evaluasi hasil kerja di lapangan.

 
Pengusaha Sawit Bantai Orangutan
Thursday, 17 November 2011 07:51

Jawa Pos-Kelangsungan hidup  Orangutan di bumi  Kalimantan terus terancam. Meski sudah masuk sebagai hewan langka yang dilindungi, populasi orangutan berada di ambang kepunahan. Menyusul pembantaian terhadap Pongo Pygmaeus itu  karena dianggap sebagai hama kelapa sawit . Ironisnya, pemerintah, maupun aparat belum bereaksi atas tragedi ini.

The Nature Conservancy dan 19 organisasi swasta lainnya termasuk WWF dan Asosiasi Ahli Primata Indonesia dan beberapa pengamat melakukan survei untuk mengetahui tentang kebenaran adanya pembataian tersebut. Mereka mewawancarai 6.983 orang di 687 desa di tiga provinsi Kalimantan antara bulan april 2008 hingga september 2009. Hasil yang ditemukan adalah setidaknya 750 orangutan telah tewas dalam periode waktu setahun itu.

Lebih dari setengah responden yang diwawancara bahkan mengaku setelah membunuh, mereka memakan daging orangutan tersebut. Orangutan tersebut dibunuh karena mengganggu tanaman milik warga. Meskipun pihak kementerian kehutanan Indonesia belum banyak berkomentar mengenai masalah ini, namun melihat banyaknya bukti tengkorak, kulit, dan bagian tubuh orangutan yang tergeletak berserakan di hutan, fakta ini merupakan fakta yang cukup mengerikan.

Menurut hasil penelitian dilakukan Perhimpunan Pemerhati dan Peneliti Primata Indonesia (Perhappi) dan The Nature Conservancy (TNC), April 2008 hingga September 2009, menunjukkan adanya "perebutan ruang" antara manusia dengan orangutan.

 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Page 1 of 9

Mayapala Twitter Time Line

By A Web Design


You are here  : Home

Latest Comment