| Pendalaman Profesi Caving dan Rock Climbing Mayapala |
| Wednesday, 24 March 2010 03:43 | |||
|
Pendalaman profesi caving kali ini diadakan di desa Purwodadi Kec.Tepus Kab.Gunung Kidul dan dilaksanakan di 2 goa yaitu goa braholo dan goa weling. Goa braholo adalah goa Vertikal yang memiliki 3 pit dimana pit pertama ketinggiannya + 35m, pit ke-2 + 5m dan pit ke-3 + 2m. Kegiatan dimulai dari pagi hari dari bangun tidur jam 06.00, kemudian MCK hingga jam 07.00, dilanjutkan dengan sarapan, materi, cek list, breafing dan berangkat ke goa sekitar jam 09.00. Setelah sampai kemudian mempersiapkan alat-alat yang akan di gunakan dan membuat jalur, usai persiapan dan membuat jalur kami mulai masuk goa. Pada goa braholo 9 orang yang masuk di antaranya: colak, kak butat, chabul, untir-untir, kak clurut, kak klelep, jiper, kobar, kembut. Pada goa weling 15 orang yang masuk di antaranya: Untir-untir, Separ, Jiper, Colak, Kembut, Kak Tabok, Kak Muchong, Chabul, Kak Kawul, Kak Bokep, Kobar, Kak Teler, Kak Gembes, Kak Kling, Kak Mawar. Penelusuran goa telah usai dan kami mulai merapikan alat-alat kemudian cek list kembali setelah semua lengkap kami pulang ke basecame sekitar jam 05.00 sore. Usai makan kemudian anggota muda mayapala membuat laporan untuk evaluasi. Saat evaluasi kami memberikan laporan tentang kegiatan hari itu, ornamen-ornamen yang kami lihat yaitu: Stalagmit, Stalagtit, Draperis, Straw, Canopy, Column, Gourdam, Gourdyn, dll. Vegetasi yang di dapat: pohon singkong, siput, burung seriti, pohon pakis, pohon jati, ular putih, dll. Teknik yang dilakukan adalah teknik SRT dan teknik Ringing. Evaluasi selesai sekarang waktunya untuk cek list kembali dan pesiapan ke pantai siung untuk Pendalaman profesi RC. Pendalaman profesi RC kali ini diadakan di Pantai Siung. Pantai Siung terletak di sebuah wilayah terpencil di Kabupaten Gunung Kidul, tepatnya sebelah selatan kecamatan Tepus. Jaraknya sekitar 70 km dari pusat kota Yogyakarta. Sedikit tentang Pantai Siung, Sekitar tahun 1989, grup pecinta alam dari Jepang memanfaatkan tebing-tebing karang yang berada di sebelah barat pantai sebagai arena panjat tebing. Kemudian, pada dekade 90-an, berlangsung kompetisi Asian Climbing Gathering yang kembali memanfaatkan tebing karang Pantai Siung sebagai arena perlombaan. Sejak itulah, popularitas Pantai Siung mulai pulih lagi.
|