| PENDEKAR BIRU |
| Monday, 17 October 2011 06:11 | |||
|
Mayapala.com – Saat berhasil menyelesaikan Mayapala Jungle School ada kebanggaan di hati kita masing-masing yang pernah merasakan. Bagaimana kita di ajarkan materi-materi dasar kepecinta alaman, mulai dari materi rock climbing, caving, rafting, dan mountenering, bahkan kita juga diberikan pemahaman dasar P3K. Semua ilmu yang kelak menjadi pedoman kita dalam melakukan kegiatan outdoor, yang bahkan masih terus kita pelajari kelak. Akan tetapi kebanggaan terbesar kita bukan sekedar karena telah selesai menjalankan rangkaian acara di Mayapala Jungle School, melainkan karena kita diberi penghargaan atas partisipasi kita yakni berupa slayer berwarna biru. Slayer berwarna biru, berbentuk segitiga sama kaki, dengan sablonan lambang Mayapala warna putih ini, mungkin bagi orang awam hanya kelihatan seperti slayer biasa, namun bagi kita yang pernah merasakan suatu bentuk kerja keras untuk mendapatkannya, slayer ini adalah sebuah kehormatan, harga diri, dan kebanggaan. Andaikata tidak terikat dengan aturan baku yang tertera pada AD/ART, mungkin sebagian dari kita, pada saat itu akan menyematkan slayer tersebut kemana pun kita melangkah. Bagaimana pun kita adalah kaum muda, yang berpikiran terbuka, berpandangan luas dan berjiwa bebas. Selalu ada ego yang besar di jiwa kita. Mencari kenyamanan yang bisa ditawarkan kepada kita melalui slayer biru. Sayangnya tidak semua yang kita harapkan berjalan sesuai keinginan kita. Pada titik inilah jiwa-jiwa muda kita yang bebas mulai memberontak, kemarahan kita meluap-luap, dan pada akhirnya kejenuhan hinggap di jiwa kita. Saat itulah kita memandang slayer ini bukan lagi sebuah kehormatan yang patut diperjuangkan, bukan lagi harga diri yang harus dipertahankan, dan bukan lagi kebanggaan yang pantas dikagumi. Sungguh sangat disayangkan, ketika kita tidak lagi punya keinginan untuk menjadi pendekar biru ditempat ini. Tengoklah kebelakang, bagaimana kita telah melewati hari-hari yang panjang untuk mengecap rasa nikmat disematkan slayer biru. Berapa besar energi dan kekuatan yang sudah kita keluarkan untuknya. Saat ini tanpa perlu membanting tulang seperti sebelumnya, sebagai seorang pendekar seharusnya kita lebih mudah untuk naik ke level teratas. Akan tetapi pada akhirnya, kita tidak lagi melawan pendekar-pendekar hebat pendahulu, bagian tersulit yang kita hadapi saat ini adalah mengalahkan EGO kita. Karena menjadi pendekar biru di tempat ini memerlukan lebih dari sekedar ketajaman intelektual, dan kekuatan jasmani. Menjadi pendekar biru ditempat ini berarti memiliki jiwa yang lebih besar dari pada gunung, keinginan yang lebih kuat dari pada arus jeram, hasrat yang lebih tinggi dari tebing, dan cinta yang lebih dalam dari gua. Karena seiring dengan semakin besar kekuatan kita, semakin besar pula tanggung jawab yang harus kita emban.Cha192.
|